X-SEMPAKA



 
BerandaBlogPortalIndeksMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianGroupAnggotaLoginPendaftaran
PARA ALUMNI SD | SMP | SMA KATOLIK BANJARMASIN SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
X SEMPAKA MAIL
Real Time Clock




ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL


THE COSMIC AESTHETICS
12:34:56 07/08/09
09:09:09 09/09/09
11:10:09 11/10/09


Latest topics
» Kamis, 5 September 2013 Hakim-hakim 9:50-57
Thu 05 Sep 2013, 10:39 by dickyhendra

» FRESH JUICE 5 September 2013
Thu 05 Sep 2013, 10:38 by dickyhendra

» DAILY GPS 5 September 2013
Thu 05 Sep 2013, 10:37 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Kamis, 5 September 2013
Thu 05 Sep 2013, 10:36 by dickyhendra

» Doa Hari Kamis, 5 September 2013
Thu 05 Sep 2013, 10:35 by dickyhendra

» FRESH JUICE 4 September 2013
Wed 04 Sep 2013, 12:05 by dickyhendra

» DAILY GPS 4 September 2013
Wed 04 Sep 2013, 12:04 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Rabu, 4 September 2013
Wed 04 Sep 2013, 12:03 by dickyhendra

» Doa Hari Rabu, 4 September 2013
Wed 04 Sep 2013, 12:02 by dickyhendra

» Lagu ayah bunda 3 September 2013
Tue 03 Sep 2013, 10:26 by dickyhendra

» FRESH JUICE 3 September 2013
Tue 03 Sep 2013, 10:24 by dickyhendra

» DAILY GPS 3 September 2013
Tue 03 Sep 2013, 10:23 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Pw. St. Gregorius Agung, PausPujG Selasa, 3 September 2013
Tue 03 Sep 2013, 10:21 by dickyhendra

» Doa Hari Selasa 3 September 2013
Tue 03 Sep 2013, 10:21 by dickyhendra

» FRESH JUICE 2 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:15 by dickyhendra

» DAILY GPS 2 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:14 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Senin, 2 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:13 by dickyhendra

» Doa Hari Senin 2 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:12 by dickyhendra

» FRESH JUICE 1 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:10 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Minggu, 1 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:09 by dickyhendra

» Doa Hari Minggu, 01 September 2013
Mon 02 Sep 2013, 11:08 by dickyhendra

» DAILY GPS 31 Agustus 2013
Sat 31 Aug 2013, 19:38 by dickyhendra

» SATU UNTUK SEMUA
Sat 31 Aug 2013, 19:37 by dickyhendra

» Resep Kue Pernikahan Langgeng
Sat 31 Aug 2013, 19:36 by dickyhendra

» FRESH JUICE 31 AGUSTUS 2013
Sat 31 Aug 2013, 19:35 by dickyhendra

» Ign 31 Agustus 2013
Sat 31 Aug 2013, 19:34 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Sabtu, 31 Agustus 2013
Sat 31 Aug 2013, 19:33 by dickyhendra

» Doa Hari Sabtu, 31 Agustus 2013
Sat 31 Aug 2013, 19:32 by dickyhendra

» Pesan Bapa Suci Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013
Wed 24 Jul 2013, 11:08 by dickyhendra

» DAILY GPS 24 Juli 2013
Wed 24 Jul 2013, 10:55 by dickyhendra

» Ign 24 Juli 2013
Wed 24 Jul 2013, 10:53 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Rabu, 24 Juli 2013
Wed 24 Jul 2013, 10:52 by dickyhendra

» Doa Hari Rabu, 24 Juli 2013
Wed 24 Jul 2013, 10:51 by dickyhendra

» Selasa, 23 Juli 2013 Hari Biasa Pekan XVI
Tue 23 Jul 2013, 10:23 by dickyhendra

» FRESH JUICE 23 JULI 2013
Tue 23 Jul 2013, 10:17 by dickyhendra

» DAILY GPS 23 Juli 2013
Tue 23 Jul 2013, 10:16 by dickyhendra

» Selasa, 23 Juli 2013 Keluaran 30:11-16
Tue 23 Jul 2013, 10:15 by dickyhendra

» Ign 23 Juli 2013
Tue 23 Jul 2013, 10:14 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Selasa, 23 Juli 2013
Tue 23 Jul 2013, 10:13 by dickyhendra

» Doa Hari Selasa, 23 Juli 2013
Tue 23 Jul 2013, 10:13 by dickyhendra

» Rabu, 17 Juli 2013 Hari Biasa Pekan XV
Wed 17 Jul 2013, 10:32 by dickyhendra

» FRESH JUICE 17 JULI 2013
Wed 17 Jul 2013, 10:28 by dickyhendra

» DAILY GPS 17 Juli 2013
Wed 17 Jul 2013, 10:27 by dickyhendra

» Ign 17 Juli 2013
Wed 17 Jul 2013, 10:26 by dickyhendra

» RH MUTIARA IMAN Rabu, 17 Juli 2013
Wed 17 Jul 2013, 10:25 by dickyhendra

» Doa Hari Rabu, 17 Juli 2013
Wed 17 Jul 2013, 10:24 by dickyhendra

» Selasa, 16 Juli 2013 Hari Biasa Pekan XV
Tue 16 Jul 2013, 09:49 by dickyhendra

» FRESH JUICE 16 JULI 2013
Tue 16 Jul 2013, 09:48 by dickyhendra

» Are You Only Fooling Yourself? by Rick Warren 16 Juli 2013
Tue 16 Jul 2013, 09:47 by dickyhendra

» Ign 16 Juli 2013
Tue 16 Jul 2013, 09:46 by dickyhendra

Navigasi


ALAMAT INET X SEMPAKA

www.xsempaka.web.id
blog.xsempaka.web.id
portal.xsempaka.web.id
forum.xsempaka.web.id
milist.xsempaka.web.id
mail.xsempaka.web.id
docs.xsempaka.web.id
cald.xsempaka.web.id
user.xsempaka.web.id
web.xsempaka.web.id



[ click to toggle ]

 mencakup situs utama,
 portal, forum, dan blog

 Komunitas
 ForKom X SEMPAKA [ ini ]
 KOSTER Indonesia
 ForKom EX MENWA UI
 ForKom Alumni FMIPA UI
 Forum Fisika
 Komunitas 19
 dll.

 Perusahaan
 MegaMall BC
 Brilliant GI
 BMW CC Services
 dll.

 Personal
 Achmad Firwany
 dll.

 Internet Presence Provider
 TESQscape

E-MAIL ALUMNI SEMPAKA
daftar dan periksa disini
provided and supported by :
powered by :

Top posters
dickyhendra (1446)
 
Administrator (157)
 
jaffersons (20)
 
iPad2covers (8)
 
pemurniandunia (3)
 
TESQSCAPE (2)
 
Statistics
Total 37 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah gosiantoboy

Total 1636 kiriman artikel dari user in 1523 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 29 pada Mon 03 Jun 2013, 17:00
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
August 2017
SunMonTueWedThuFriSat
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
CalendarCalendar
Berita Terkini
Provided By :
Administrator Forum X-SEMPAKA


Provided By :
Administrator Forum X-SEMPAKA


Provided By :
Administrator Forum X-SEMPAKA
MILIS X -SEMPAKA

Untuk yang sudah bergabung



klik ikon diatas ini untuk
melihat pesan e-mail terakhir!



Untuk yang belum bergabung



klik ikon diatas ini untuk
menjadi anggota milis.
Internet Banking
Iklan

Share | 
 

 Pesan Bapa Suci Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
dickyhendra
Kolonel
Kolonel
avatar

Male
Banyak Pemposan : 1446
Reputasi : 0
Poin : 7931
Sejak : 05.12.07
Alumni | Tahun : SMP Bruder 1966
Profesi | Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat Domisili : Surabaya. Simpang Darmo Permai Selatan X No.16

PostSubyek: Pesan Bapa Suci Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013   Wed 24 Jul 2013, 11:08

Pesan Bapa Suci Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013
PESAN BAPA SUCI PAUS BENEDIKTUS XVI KEPADA ORANG MUDA SEDUNIA PADA KESEMPATAN PERSIAPAN “WORLD YOUTH DAY” (WYD) KE- 28, JULI TAHUN 2013

“Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku!” ( Mat 28:19)

Dengan sukacita dan kasih sayang yang besar, saya menyapa kalian. Saya yakin bahwa banyak dari antara kalian yang pulang dari WYD di Madrid dengan lebih “bertumbuh dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman” (bdk. Kol 2:7). Tahun ini, di keuskupan- keuskupan, kita merayakan sukacita karena menjadi Kristen, dengan mengambil tema; “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan” (Flp 4:4). Dan sekarang kita bersiap diri untuk WYD berikutnya, yang akan mengambil tempat di Rio de Janeiro, Brazil, pada bulan Juli 2013.
Sebelum merenungkan hal-hal lain, saya mengundang kalian sekali lagi untuk mengambil bagian dalam peristiwa yang penting ini. Patung Kristus Sang Penebus yang terpuji, yang memandang dari kota Brazil yang indah itu, akan menjadi lambang yang penuh perasaan bagi kita. Lengan-lengan Kristus yang terentang merupakan tanda dari hasrat untuk memeluk semua orang yang datang kepadaNya, dan hatiNya mengungkapkan cinta kasih yang tak terukur untuk setiap orang dan untuk setiap kalian. Biarkanlah dirimu ditarik menuju Kristus! Alamilah perjumpaan dengan semua orang muda yang akan berduyun-duyun ke Rio untuk WYD mendatang! Terimalah cinta kasih Kristus dan kalian akan menjadi saksi yang sangat diperlukan oleh dunia kita.
Saya mengundang kalian untuk bersiap ke WYD di Rio De Janeiro, dengan merenungkan mulai sekarang, tema “Pergilan, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku!” (Mat 28:19). Inilah perintah perutusan yang agung yang diberikan Kristus kepada Gereja seluruhnya, dan kini, dua ribu tahun kemudian, perintah ini tetap sebagaimana adanya. Mandat perutusan ini seharusnyalah bergaung secara kuat dalam hati kalian. Tahun persiapan perjumpaan di Rio bersamaan dengan “Tahun Iman”, yang diawali oleh Sinode para Uskup yang dipersembahkan bagi “Evangelisasi Baru bagi Penyebarluasan Iman Kristen”. Saya gembira bahwa kalian juga, orang muda terkasih, dilibatkan dalam keluasan jangkauan perutusan ini sebagai bagian dari keseluruhan Gereja. Membuat Kristus dikenal merupakan hadiah paling berharga yang bisa kalian sampaikan pada orang lain.

1. Panggilan yang Mendesak
Sejarah memperlihatkan bagaimana banyak orang muda, dengan pemberian diri mereka yang murah hati, memberikan andil bagi Kerajaan Allah dan bagi pembangunan dunia ini dengan mewartakan Injil. Dipenuhi dengan antusiasme, mereka membawakan Kabar Gembira dari kasih Allah terwujud dalam Kristus; mereka menggunakan aneka sarana dan berbagai kemungkinan yang lebih sedikit daripada yang tersedia dan kita miliki saat ini. Seorang teladan yang saya ingat ialah beato Jose de Anchieta. Dia seorang Jesuit muda dari Spanyol yang dikirim sebagai misionaris ke Brazil sebelum ia berusia dua puluh tahun dan menjadi seorang rasul yang hebat di Dunia Baru itu. Namun saya juga mengingat banyak di antara kalian sendiri yang secara murah hati mempersembahkan diri pada perutusan Gereja. Saya menjumpai kesaksian yang indah mengenai hal ini pada saat World Youth Day di Madrid, khususnya pada saat pertemuan saya dengan para relawan panitia.
Banyak orang muda pada masa kini secara sungguh-sungguh bertanya apakah kehidupan ini merupakan sesuatu yang baik, dan mereka mengalami kesukaran dalam menemukan jalan hidup. Lebih umum lagi, orang muda menghadapi aneka kesukaran dari dunia kita, dan bertanya diri: apakah ada sesuatu yang bisa kuperbuat? Sang Cahaya Iman menerangi kegelapan ini. Dia menolong kita untuk memahami bahwa setiap kehidupan manusia berharga karena setiap orang dari kita adalah buah dari cinta Allah. Allah mengasihi setiap orang, bahkan mereka yang telah menjauhi Dia atau menghina Dia. Allah menanti dengan sabar. Bahkan, Allah memberikan putera-Nya untuk wafat dan bangkit kembali untuk membebaskan kita secara radikal dari yang jahat. Kristus mengutus para muridNya untuk membawa pesan suka cita keselamatan dan hidup baru ini kepada semua orang di mana-mana.
Gereja, dalam meneruskan perutusan evangelisasi, juga memperhitungkan kalian. Orang muda terkasih, Anda ialah para misionaris pertama di tengah zamanmu! Pada akhir Konsili Vatikan kedua – yang peringatannya ke 50 tahun kita rayakan tahun ini –Hamba Allah Paus Paulus VI mengirimkan pesan bagi orang muda se-dunia. Pesan ini diawali dengan: “Kepada kalianlah, lelaki dan perempuan muda dunia, Konsili ingin menyampaikan pesan terakhir. Karena kalianlah yang menerima obor dari tangan para pendahulumu dan hidup di dunia pada periode yang paling penuh perubahan yang pernah terjadi dalam sejarahnya. Kalianlah, yang mengambil teladan dan pengajaran terbaik dari orangtua dan guru kalian, yang akan membentuk masyarakat masa depan. Kalian akan diselamatkan atau hancur bersamanya”. Pesan ini ditutup dengan kata-kata: “Bangunlah, dengan antusias, sebuah dunia yang lebih baik daripada yang sekarang kita miliki!” (Pesan kepada Orang Muda, 8 Desember 1965).
Para sahabat terkasih, undangan itu tetap berlaku kini. Kita sedang melalui sebuah periode sejarah yang sangat khusus. Kemajuan teknologi telah memberi kita kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dikenal sebelumnya, terhadap interaksi antara manusia dan bangsa-bangsa . Namun globalisasi relasi-relasi ini akan menjadi positif dan membantu dunia untuk bertumbuh dalam kemanusiaan, hanya jika lebih didasarkan atas cinta kasih daripada atas materialisme. Cinta kasih adalah satu-satunya hal yang dapat mengisi hati orang dan menyadarkan masyarakat secara bersama. Allah adalah kasih. Jika kita melupakan Allah, kita kehilangan pengharapan dan menjadi tak mampu mengasihi orang lain. Inilah alasan mengapa sangat perlu bersaksi akan kehadiran Allah agar orang lain bisa mengalaminya. Keselamatan kemanusiaan tergantung pada hal ini, seperti halnya keselamatan setiap kita juga. Setiap orang yang memahami hal ini hanya dapat berseru bersama Santo Paulus: “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” (1 Kor 9:16).

2. Menjadi Murid-murid Kristus
Panggilan misioner ini sampai pada kalian dengan satu alasan lain pula, dan alasan ini adalah bahwa panggilam missioner perlu bagi perjalanan pribadi kita sendiri dalam iman. Beato Yohanes paulus II menuliskan bahwa “iman dikuatkan ketika ia disampaikan kepada orang lain!” (Redemptoris missio, 2). Ketika kalian memberitakan Injil, kalian sendiri bertumbuh sebagaimana kalian menjadi makin secara dalam berakar pada Kristus dan dewasa sebagai orang-orang Kristen. Komitmen missioner merupakan suatu dimensi yang esensial dari iman. Kita tidak dapat menjadi orang beriman sejati jika kita tidak melakukan evangelisasi. Pewartaan Injil hanya dapat merupakan hasil dari kegembiraan yang berasal dari perjumpaan Kristus dan menemukan padaNya, batu karang di mana di atasnya hidup kalian bisa dibangun. Ketika kalian bekerja membantu sesama dan mewartakan Injil pada mereka, maka hidup kalian sendiri yang begitu sering terpecah-belah karena kegiatanmu yang banyak, akan menemukan kesatuan dalam Tuhan. Kalian akan juga membangun hidup kalian sendiri dan kalian akan bertumbuh serta matang dalam kemanusiaan.
Apa artinya menjadi seorang misionaris atau utusan? Pertama-tama menjadi misionaris berarti menjadi murid Kristus. Menjadi murid Kristus berarti mendengarkan lagi dan lagi pada undangan untuk mengikuti-Nya dan memandang kepadaNya: “Belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (Mat 11:29). Seorang murid ialah seorang pribadi yang penuh perhatian pada sabda Yesus (bdk. Luk 10:39)., seorang yang mengakui bahwa Yesus ialah Guru yang sangat mengasihi kita, bahwa Ia memberikan hidup-Nya bagi kita. Setiap orang dari kalian, kemudian, mesti membirkan diri dibentuk oleh sabda Tuhan setiap hari. Dibentuk oleh sabda tuhan setiap hari akan menjadikan kalian para sahabat Tuhan Yesus dan memampukan kalian untuk membimbing orang muda lainnya menuju persahabatan dengan Dia.
Saya mendorong kalian untuk memikirkan anugerah-anugerah yang telah kalian terima dari Tuhan sedemikian rupa sehingga pada gilirannya kalian bisa menyumbangkannya pada orang lain. Belajarlah untuk membaca kembali sejarah pribadi kalian. Sadarlah akan warisan yang mengagumkan yang diteruskan kepada kalian dari keturunan-keturunan sebelum kalian. Begitu banyak orang yang penuh iman telah dengan berani meneruskan iman di hadapan berbagai pencobaan dan ketidakmengertian orang lain. Marilah kita jangan lupa bahwa kita ini merupakan keterhubungan dari mata rantai besar dari banyak sekali perempuan dan laki-laki yang telah meneruskan kebenaran iman dan yang menggantungkan diri pada kita untuk melanjutkan iman ini kepada orang lain. Menjadi seorang misionaris mengandaikan pengetahuan atas warisan ini, yang mana ialah iman Gereja. Perlulah mengetahui apa yang kalian imani, sehingga kalian dapat mewartakannya. Seperti telah saya tulis dalam pengantar buku YouCat, katekismus untuk orang muda, yang saya berikan kepada kalian pada saat WYD di Madrid, “Kamu perlu mengenal imanmu persis seperti seorang spesialis IT mengenal cara kerja internal suatu computer. Kami perlu memahaminya seperti seorang pemusik yang baik, yang memahami sebuah gubahan lagu yang ia mainkan. Ya, kamu perlu lebih dalam berakar dalam iman daripada generasi orangtuamu sehingga kamu dapat menanggung segala tantangan dan godaan zaman ini dengan kekuatan dan kepastian” (Kata Pengantar).

3. Pergilah!
Yesus mengutus para murid-Nya pergi melaksanakan misi dengan perintah ini: “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada semua makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Mrk 26:15-16). Melakukan evangelisasi berarti membawakan Kabar Gembira keselamatan kepada orang lain dan membuat mereka mengetahui bahwa Kabar Gembira ini ialah seorang pribadi: Yesus Kristus. Ketika aku menjumpai-Nya, ketika aku mengetahui betapa aku sangat dikasihi oleh Tuhan dan diselamatkan oleh-Nya, aku mulai merasakan tidak hanya keinginan, namun juga kebutuhan untuk membuat Tuhan dikenal oleh orang lain. Pada permulaan Injil Yohanes kita melihat, bagaimana Andreas, dengan segera setelah ia menjumpai Yesus, berlari untuk menjemput saudaranya, Simon (bdk. 1:40-42). Evangelisasi selalu mulai dari perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Siapa yang datang pada Yesus dan telah mengalami kasih-Nya, dengan segera ingin membagikan keindahan perjumpaan itu dan suka cita yang lahir dari persahabatan-Nya. Makin dalam kita mengenal Kristus, makin kita ingin membicarakan Dia. Makin sering kita bercakap-cakap dengan Kristus, makin sering kita ingin mempercakapkan Dia. Makin kita dimenangkan oleh Kristus, makin kita ingin menarik orang lain kepada-Nya.
Melalui sakramen baptis, yang memberi kita hidup baru, Roh Kudus mendiami serta menyalakan pikiran dan hati kita. Roh itu menunjukkan kepada kita bagaimana mengenal Allah dan bagaimana berjumpa dengan Kristus. Inilah Roh Kudus yang mendorong kita untuk melakukan yang baik, untuk melayani orang lain dan untuk berserah diri. Melalui sakramen penguatan, kita diteguhkan oleh anugerah-anugerah Roh Kudus sehingga kita dapat member kesaksian akan Injil dalam kedewasaan yang makin bertumbuh. Inilah Roh cinta kasih yang menjadi daya dorong di belakang perutusan kita. Roh ini mendorong kita agar keluar dari diri sendiri untuk “pergi” demi mewartakan Injil. Para orang muda terkasih, izinkanlah diri kalian dipimpin oleh kuasa kasih Allah. Biarkanlah cinta kasih itu mengatasi kecenderungan kalian untuk tinggal tertutup dalam dunia kalian sendiri dengan masalah-masalahmu sendiri dan kebiasaan-kebiasaanmu sendiri. Bersemangatlah untuk “keluar” dari diri kalian sendiri supaya “pergi “ menuju orang-orang lain dan memperlihatkan kepada mereka jalan ke perjumpaan dengan Allah.

4. Kumpulkanlah semua bangsa
Kristus yang bangkit mengutus para murid-Nya pergi untuk menjadi saksi atas kehadiran-Nya yang menyelamatkan di hadapan segala bangsa, karena Allah dengan cinta kasihnya yang berkelimpahan menghendaki setiap orang diselamatkan dan seorangpun jangan sampai hilang. Dengan pengorbanan-Nya yang penuh kasih di kayu salib, Yesus membuka jalan bagi setiap pria dan perempuan untuk datang mengenal Tuhan dan memasuki sebuah komunitas cinta kasih bersama-Nya. Dia membentuk sebuah komunitas para murid untuk membawa pesan keselamatan Injil sampai ke ujung-ujung bumi serta untuk mencapai para lelaki dan perempuan di setiap zaman dan tempat. Marilah menjadikan hasrat Tuhan sebagai hasrat kita sendiri.
Para sahabat terkasih, bukalah mata kalian dan lihatlah ke sekitar kalian. Begitu banyak orang muda tidak lagi menjumpai makna dalam hidup mereka. Pergilah! Kristus membutuhkan kalian juga. Biarkan diri kalian sendiri ditangkap dan didorong oleh cinta kasih-Nya. Beradalah dalam pelayanan kasih-Nya yang besar, sehingga sehingga pelayanan ini dapat menggapai setiap orang, khususnya mereka yang “jauh”. Beberapa orang jauh secara geografis namun yang lain jauh karena cara hidup mereka tidak memiliki tempat bagi Tuhan. Beberapa orang belum mempunyai penerimaan pribadi akan Injil, sementara beberapa yang lain telah pernah diberi Injil, tetapi hidup sedemikian rupa seolah-olah Tuhan tidak ada. Marilah kita membuka hati bagi setiap orang. Marilah kita masuk dalam percakapan yang sederhana dan hormat. Jika percakapan kita dilakukan dalam persaudaraan sejati, maka pasti akan berbuah. “Bangsa-bangsa” yang kepada mereka kita dipanggil untuk menggapainya, bukanlah hanya Negara-negara lain di dunia. Mereka adalah juga wilayah-wilayah yang berbeda dari hidup kita, seperti keluarga-keluarga kita, komunitas-komunitas kita, tempat-tempat belajar dan bekerja, kelompok-kelompok teman dan tempat-tempat di mana kita menghabiskan waktu luang kita. Pewartaan Injil yang suka cita dimaksudkan bagi semua wilayah hidup kita, tanpa kecuali.
Saya akan menekankan dua wilayah di mana paling memerlukan komitmen missioner kalian. Kaum Muda terkasih, yang pertama ialah lapangan komunikasi-komunikasi sosial, khususnya dunia internet. Seperti pernah saya katakan kepada kalian pada kesempatan lain: “Saya meminta kepada anda sekalian untuk memperkenalkan nilai-nilai yang melandasi hidup anda ke dalam lingkungan budaya baru yakni budaya teknologi komunikasi dan informasi […]Kepada anda sekalian, orang-orang muda, yang hampir memiliki hubungan spontan terhadap sarana baru komunikasi, hendaknya bertanggungjawab terhadap evangelisasi ‘benua digital’ ini” (Pesan untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-43, 24 Mei 2009). Pelajarilah bagaimana menggunakan media internet ini secara bijaksana. Sadarlah akan bahaya-bahaya tersembunyi yang dikandung oleh media-media itu, khususnya risiko atas ketagihan, atas kerancuan dunia nyata dengan dunia virtual serta atas penggusuran pertemuan pribadi dan dialog oleh kontak-kontak internet.
Wilayah kedua adalah perjalanan dan migrasi. Dewasa ini, makin banyak orang muda melakukan perjalanan, kadang-kadang untuk keperluan studi atau pekerjaan, dan di kala lain untuk bersenang-senang. Saya juga sedang berpikir mengenai pergerakan migrasi yang melibatkan berjuta-juta orang, yang sangat sering orang muda, yang berpindah ke wilayah-wilayah atau negara-negara lain karena aneka alasan finansial maupun sosial. Di sini juga kita dapat menemukan peluang-peluang atas penyelenggaraan Tuhan, untuk membagikan warta Injil. Orang muda terkasih, jangan takut untuk bersaksi akan imanmu dalam keadaan yang demikian itu. Kenyataan itu merupakan merupakan sebuah anugerah bagi mereka yang kalian temui ketika kalian mengkomunikasikan kegembiraan dari perjumpaan kalian dengan Kristus.

5. Jadikanlah murid-murid!
Saya membayangkan bahwa kalian sekali waktu mengalami kesukaran dalam mengajak teman sebaya agar mengalami iman. Kalian pernah menemui betapa banyak orang muda, khususnya pada titik-titik tertentu dalam perjalanan hidup mereka, berhasrat untuk mengenal Kristus dan ingin menghayati nilai-nilai injil, namun juga merasa tidak cakap dan tidak mampu. Apa yang bisa kita lakukan? Pertama, keakraban dan kesaksian kalian, akan menjadikan dua hal itu sendiri menjadi jalan di mana Tuhan dapat menyentuh hati mereka. Mewartakan Injil tidak melulu berupa kata-kata, namun juga sesuatu yang melibatkan keseluruhan hidup seseorang dan menerjemahkan Injil itu dalam tanda-tanda cinta kasih. Inilah cinta kasih yang telah dicurahkan Kristus ke dalam hati kita yang membuat kita menjadi para penginjil. Akibatnya, cinta kasih kita harus makin menjadi seperti cinta Kristus sendiri. Kita harus selalu bersiap, seperti seorang Samaria yang baik hati itu, untuk menjadi penuh perhatian kepada siapapun yang kita temui, untuk mendengarkan, untuk memahami, dan untuk menolong. Dengan cara ini kita dapat menolong mereka yang sedang mencari kebenaran dan makna hidup dalam rumah Tuhan, Gereja, di mana harapan dan kasih berada (bdk. Luk 10:29-37). Para sahabat terkasih, jangan lupa bahwa tindakan kasih yang pertama yang bisa yang bisa kalian lakukan bagi orang lain adalah membagikan sang sumber harapan kita. Jika kita tidak memberi mereka Tuhan, maka kita member terlalu sedikit kepada mereka! Yesus memerintahkan para rasul-Nya: “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-ku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Aku perintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20). Jalan utama yang kita miliki untuk “menjadikan murid-murid” ialah melalui sakramen pembaptisan dan katekese. Hal ini berarti membimbing orang yang sedang kita beri evangelisasi ke perjumpaan dengan Kristus yang hidup, dalam sabda-Nya dan dalam sakramen-sakramen. Dengan cara ini, mereka bisa beriman kepadaNya, mereka bisa datang untuk mengenal Tuhan dan untuk tinggal dalam rahmat-Nya. Saya ingin kalian masing-masing bertanya pada diri kalian sendiri: apakah aku pernah mengajak seseorang agar ikut dalam perjalanan penemuan iman Kristen? Para sahabat terkasih, jangan takut untuk menasehatkan perjumpaan dengan Kristus kepada orang-orang dari zaman-mu sendiri. Mohonlah Roh Kudus untuk menolong. Roh Kudus itu akan menunjukkan kepada kalian jalan untuk mengenal dan mengasihi Kristus bahkan dengan cara yang lebih penuh, dan untuk menjadi kreatif dalam pewartaan Injil.

6. Berteguh-lah dalam Iman
Ketika menghadapi aneka kesukaran dalam perutusan evangelisasi, mungkin kalian akan dicobai untuk berkata seperti nabi Yeremia: “Ah, Tuhan, aku tidak pandai bicara karena aku ini masih muda”. Tetapi Tuhan akan berkata kepada kalian juga: “Jangan katakan ‘aku ini masih muda’; tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, engkau harus pergi” (Yer 1:6-7). Kapan saja kalian merasa tidak cakap, tidak mampu dan rapuh dalam mewartakan dan memberi kesaksian iman, jangan takut. Evangelisasi bukanlah prakarsa kita. Dan evangelisasi tidak bergantung pada bakat-bakat kita. Evangelisasi adalah sebuah tanggapan yang setia dan taat pada panggilan Tuhan, dan karena itu bukan tergantung pada kekuatan kita melainkan pada kekuatan Tuhan. Santo Paulus mengetahui hal ini dari pengalaman: “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri kami” (2Kor 4:7).
Untuk alas an ini, saya menyemangati kalian untuk membuat doa dan sakramen-sakramen sebagai pondasi kalian. Evangelisasi yang asli lahir dari doa dan dilanjutkan dengan doa. Kita pertama-tama harus bercakap-cakap dengan Tuhan agar mampu bercakap-cakap tentang Tuhan. Dalam doa, kita mempercayakan pada Tuhan, orang-orang, yang kepada mereka kita telah diutus, memohon Dia agar menjamah hati mereka. Kita mohon Roh Kudus untuk menjadikan kita alat-alat untuk keselamatan mereka. Kita mohon Kristus untuk menaruh kata-kata-Nya di bibir kita dan untuk menjadikan kita tanda-tanda cinta kasih-nya. Secara lebih umum, kita berdoa bagi missi seluruh Gereja, seperti telah dengan jelas diperintahkan Yesus: “Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat 9:38). Temukanlah dalam Perayaan Ekaristi, mata air kehidupan iman dan kesaksian Kristen, dengan secara berkala menghadiri perayaan ekaristi setiap minggu dan kapan saja kalian bisa hadir dalam sepekan. Datanglah ke Sakramen Tobat secara berkala. Hal ini merupakan perjumpaan yang istimewa dengan belas kasih Allah saat Dia menyambut kita, mengampuni kita, memperbarui hati kita dalam cinta kasih. Berupayalah menerima Sakramen Penguatan atau Krisma, jika kalian belum menerimanya, dan persiapkanlah dengan penuh perhatian dan komitmen. Sakramen Penguatan, seperti Sakramen Ekaristi, ialah sakramen perutusan, karena memberikan kepada kita kekuatan dan cinta kasih dari Roh Kudus untuk mengakui iman kita tanpa takut. Saya juga mendorong kalian untuk melaksanakan Adorasi Ekaristi. Menggunakan waktu untuk mendengarkan dan bercakap-cakap dengan Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus menjadi sumber semangat perutusan yang baru.
Jika kalian mengikuti jalan ini, Kristus sendiri akan memberikan pada kalian kemampuan untuk setia penuh terhadap sabda-Nya dan menjadi saksi yang setia dan bersemangat atas Dia. Kadang-kadang kalian akan dipanggil untuk memberikan bukti dari ketekunanmu, khususnya ketika Sabda Allah menemui penolakan atau tentangan. Di wilayah-wilayah dunia tertentu, sebagian dari kalian menderita oleh fakta bahwa kalian tidak dapat menjalankan kesaksian publik atas iman kalian akan Kristus berhubung dengan kurangnya kebebasan agama. Beberapa teman telah membayar harga dari kenyataan bahwa mereka telah menjadi kepunyaan Gereja dengan nyawa mereka. Saya meminta kalian untuk tetap berteguh dalam iman, percaya bahwa Kristus ada di sisi kalian pada setiap pencobaan. Kepada kalian pula Ia berkata: “Berbahagialah kamu, jika karena Akukamu diceladan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah,karena upahmu besar di sorga” (Mat 5:11-12).

7. Bersama Seluruh Gereja
Orang muda terkasih, jika kalian tetap berteguh dalam pengakuan iman Kristen di mana pun kalian diutus, maka kalian memerlukan Gereja. Tak seorang pun bisa menjadi saksi Injil sendirian saja. Yesus mengutus para murid-murid-Nya menjalankan misi secara bersama-sama. Dia berkata kepada mereka dalam dengan bentuk kata kerja majemuk ketika mengucapkan: “Jadikanlah murid-murid”. Kesaksian kita biasa disampaikan sebagai anggota Komunitas Kristen, dan misi kita dijadikan berbuah oleh komunitas yang hidup dalam Gereja. Oleh kesatuan dan kasih kita satu sama lain bahwa orang lain akan mengenali kita sebagai murid Kristus (bdk. Yoh 13:35). Saya bersyukur pada Allah karena karya evangelisasi yang menakjubkan yang diemban oleh komunitas-komunitas Kristen, paroki-paroki kita, dan gerakan-gerakan Gerejawi kita. Buah-buah dari evangelisasi ini menjadi milik seluruh Gereja. Hal ini seperti sabda Yesus: “Yang seorang menabur, yang lain menuai” (Yoh 4:37).
Di sini saya tidak bisa urung mengungkapkan terimakasih saya akan rahmat yang besar atas para misionaris, yang mempersembahkan diri mereka secara penuh untuk mewartakan Injil sampai ke ujung bumi. Saya juga bersyukur pada Tuhan atas para imam dan pribadi-pribadi yang berkaul yang menyerahkan diri mereka secara utuh sedemikian rupa sehingga Yesus Kristus diwartakan dan dikasihi. Pada kesempatan ini saya ingin menyemangati orang muda yang di diundang oleh Allah untuk mempersembahkan diri mereka sendiri dengan antusias pada panggilan ini.: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis 20:35). Bagi mereka yang meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Dia, Yesus menjanjikan seratus kali lipat dan hidup abadi di sampingNya (bdk. Mat 19:29).
Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para awam lelaki dan perempuan yang melakukan yang terbaik dengan menghayati hidup harian mereka sebagai misi atau perutusan di manapun mereka berada, baik di rumah maupun di tempat kerja, sehingga Kristus dikasihi dan dilayani, serta Kerajaan Allah bertumbuh. Saya memikirkan secara khusus mereka yang bekerja di bidang-bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, politik, dan keuangan, serta berbagai bidang yang luas dalam kerasulan awam. Kristus membutuhkan komitmen dan kesaksian kalian. Jangan biarkan – apakah itu berbagai kesukaran maupun kurangnya kesepahaman – menyurutkan semangat kalian dalam membawakan Injil Kristus di manapun kalian berada. Masing-masing dari kalian adalah bagian yang berharga dalam mosaik besar evangelisasi!

8. “Inilah aku, Tuhan!”
Akhirnya, para orang muda terkasih, saya meminta kalian semua untuk mendengarkan, dalam kedalaman hati kalian, panggilan Yesus untuk mewartakan Injil-Nya. Sebagaimana patung Yesus Sang Penebus yang sangat besar di kota Rio de Janeiro, Ia memperlihatkan hati-Nya terbuka dengan cinta kasih bagi setiap orang, dan kedua lengan-Nya merentang lebar-lebar untuk menggapai setiap orang. Jadikanlah diri kalian hati dan lengan-lengan Yesus! Pergilah dan bersaksilah bagi kasih-Nya! Jadilah generasi baru misionaris yang didorong oleh kasih dan keterbukaan bagi semua orang! Ikutilah teladan para misionaris besar Gereja seperti Santo Fransiskus Xaverius dan banyak yang lain.
Pada penutupan World youth Day di Madrid, saya memberkati sejumlah orang muda dari benua-benua yang berbeda yang akan pergi melaksanakan perutusan. Mereka mewakili semua orang muda yang, menggemakan kata-kata Nabi Yesaya kepada Tuhan: “Inilah aku. Utuslah aku!” (Yes6:Cool. Gereja memiliki kepercayaan pada kalian dan dia berterimakasih karena kegembiraan dan energi yang kalian sumbangkan. Dengan murah hati, gunakanlah talenta-talenta kalian untuk pelayanan pemberitaan Injil! Kita tahu bahwa Roh Kudus dicurahkan kepada mereka yang membuka hati terhadap pewartaan Injil ini. Dan janganlah gentar: Yesus, Sang Penyelamat dunia, bersama kita setiap hari sampai akhir zaman (bdk. Mat 28:20).
Panggilan ini, yang saya serukan kepada orang muda di seluruh dunia, bergema secara khusus bagi kalian orang muda Amerika Latin! Selama Sidang Umum ke-lima Para Uskup Amerika Latin di Aparecida pada tahun 2007, para uskup menerbitkan sebuah “perutusan benua”. Orang muda membentuk bagian terbesar dari jumlah penduduk di Amerika Selatan dan merupakan sumber daya yang penting dan berharga bagi Gereja dan masyarakat. Jadilah barisan pertama para misionaris! Kini, bahwa Hari Orang Muda Sedunia, World Youth Day, kembali di Amerika Latin, saya minta kalian, orang muda di benua ini, untuk menyebarkan semangat iman kalian kepada sahabat sebaya kalian dari seluruh dunia!
Semoga, Bunda Maria, Bunda Evangelisasi Baru, yang kepadanya kita memohon di bawah gelar Bunda Maria dari Aparecida dan Bunda Maria dari Guadalupe, menemani masing-masing kalian dalam perutusan kalian sebagai saksi cinta kasih Allah. Kepada kalian semua dengan kasih sayang istimewa, saya memberikan Berkat Apstolik saya.
Dari Vatikan, 18 Oktober 2012
Paus Benediktus XVI
[Diterjemahkan oleh RD. Yohanes Dwi Harsanto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI]

sumber: www.katolisitas.org

_________________
DICKY HENDRA - SMPK 1966
SURABAYA
[i]
Kembali Ke Atas Go down
 
Pesan Bapa Suci Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
X-SEMPAKA :: FORUM BEBAS :: Siraman Rohani dan Penyegaran Spiritual :: Kristen: Katolik, Protestan, Ortodoks, ...-
Navigasi: